Lupakanlah, waktuku tak banyak.
25 April 2013
Everything has changes
Lupakanlah, waktuku tak banyak.
21 April 2013
So Romantic How You Are
Walau tak seromantis kisah cinta yang sering ditayangkan di televisi, tak se-lebay pria-pria yang menabur pesona (catat. player/sang penggombal/sang pujangga). aku cukup sering mengalami kisah romantis (ya tentu saja, romantis versiku).
Tidak semua wanita mengalami keberuntungan mendapatkan kejutan manis dari lawan jenis, kecuali wanita-wanita yang secara fisik menarik & cantik. Karenanya sebagai wanita yang biasa-biasa saja, aku merasa beruntung jika diinginkan kehadirannya oleh seseorang.
Walaupun bukan pertama kalinya mendapatkan banyak kejutan dan hadiah, namun ada banyak moment yang berhasil membuat wajah ini merona karena malu. hihii, malu-malu mau. marah tapi suka.
Lalu tentang kamu, laki-lakiku..
Di balik sikapmu yang terkadang acuh, tidak sama sekali mesra dihadapan banyak orang, dan aku kesal karenanya. Ternyata ada sisi lain yang sebelumnya tak pernah terbersit.
Aku ingat, kejutan pertamamu adalah menyusupkan sebatang cokelat almond di tumpukan dvd yang ku pinjamkan. ah, oke yang itu jangan diambil ke hati ya :P (standar ucapan terima kasih kita kan sama).
Perjalanan kita ke seaworld. kamu ingat? Tetiba saja kamu mengeluarkan novel incaranku. ahahahaha girangnya hati ini!
Kemudian di perjalanan-perjalanan kita selanjutnya. ya, aku menyadari, jika aku bisa menitipkan diri padamu
Hei!! kamu juga berhasi membuatku malu setengah mati dihadapan rekan-rekan kantor saat kamu mengirimkan buket bunga via kurir di hari ulang tahunku :').. sok-sokan aku marah & malu, padahal hati kecil ini bilang "how lucky I am.."
Selanjutnya? ini menyangkut masa depan kita. Aku kesal karena sebagai wanita yang dianggap memiliki umur yang cukup, aku merasa tidak bisa mengandalkan seluruh ucapannmu. aku ingin tindakan. aku berharap realisasi.
menangislah aku..ku abaikan dirimu..bersiap untuk kemungkinan terburuk untuk kita.
dan esoknya? kamu mencari restu dan mengirimkan bintang jatuh untukku..
this pic. was took form google-image
chocholate chessee cakee!! aakkk... you knew if i wanna this cake via my tweet it in the middle of the night when i cry.. it sent at monday morning with an envelope from you to my office :)then, i found something then I'm shocked. yep, 2 rings and a necklace.. they're too much, dear..
Ya, aku suka semua kejutan darimu. aku suka bagaimana caranya mereka disampaikan.
aku bahagia saat menemukan novel-wishlist-ku atau sebatang cokelat di bagasi yang sengaja kau simpan untukku.
Maaf jika aku terlalu banyak meminta atau menuntut perhatian ya. :))
ps. sssttt kelakuan cewek-cewek standarnya emang begini, hehehhee
15 April 2013
broken heart
matahari juga sudah mbagi2 sinar hangatnya. untuk semesta. tapi tetap saja belum berhasil menyentuh hatiku yg kepalang membeku.
bisa tidak ya, sang malam cepat datang sehingga aku bisa memejamkan mata lagi dan tak perlu menjalani hari dengan kehampaan ini?
tapi aku harus mencoba bangun karena siapa tahu masih ada sedikit hangat yg bisa ku dapatkan.
dengan langkah lunglai aku menyusuri jalan, pagi ini.
ingatanku masih saja tertinggal d samping kursi mengemudimu.. ya, setelah pertengkaran malam itu kita memutuskan untk sesuatu yg besar. mungkin tidak untukmu tapi bagiku seperti terenggutny setengah jiwa raga ini secara paksa.
kosong.
tak kurasakan sinar lembut sang mentari. tak terasa pula dinginny pagi saat menyentuh pipi yg tiba2 membasah karena panasnya air mata yg masih tak terbendung. yg ku kira telah habis terkuras setiap malam sebelum terpejam.
sungguh, jika bisa memilih, aku tidak ingin bangun lagi bertemu matahari.
masih di pagi. aku mengecek ponsel memastikan kau menyapa. tapi ternyata tidak. inbox ku kosong.
tak seorangpun mengirimkan pesan.
ah, mungkinkah nanti di jam istirahat? seperti biasa, kamu mengingatkan untuk segera makan siang minimal melalui sms. atau mungkin kau menelepon. ya. ponsel ini selalu ku genggam dgn baterai penuh. untukmu.
terik sudah. masih tidak ada apapun tentangmu dan kabar darimu.
teremas asa dan hati ini, mungkinkah kau pergi ke tempatnya? hingga melupakan kebiasaanmu untuk mengirim pesan singkat dan meneleponku?
malam.
www.lifebridgeblogs.org
kembali malam.aku lelah menunggu ponsel berdering.
cukuplah.
ternyata air mata ini masih bisa terkuras.
biarkan mata ini terpejam. membungkus rasa sakit dan luka hari ini. cukup tidur sebagai obat biusku. morphinku. dan aku tidak mengharapkan merasa, melihat sinar matahari esok pagi
10 April 2013
2:53
11 Januari 2013
choice
dan aku pun akhirnya memilih juga
Hidup tak seindah seperti di novel-novel roman yang sering aku baca
Hidup ya seperti ini
Kita masing-masing berjalan sendiri
14 Desember 2012
Tamparan kecil untuk segera bersyukur
Sepulang kantor hari ini aku merasa kehilangan etos kerja. Kehilangan alasan kenapa aku keluar rumah dari senin sampai jumat, jam 9 pagi kemudian pulang tanpa sempat menikmati matahari sore..
Sambil melepas penat sekaligus menemani ibuku makan malam, beliau berbagi cerita kalau tadi pagi ada kabar mengejutkan dari Rukun Warga sebelah.
Seorang ibu tega mencekik kedua anaknya hingga tewas (keduanya seumur ponakanku yang manis-manis, 3 & 6 tahun) kemudian setelah melakukan perbuatan keji itu dia bunuh diri..
kabar yg sering ku dengar dari berita d televisi kini terjadi d wilayah aku tinggal.
Innalilahi. Naudzubillah..
Miris rasanya. Teremas hati ini.
Katanya, faktor ekonomi yang menjadi alasan dia melakukan perbuatan itu.
Sang suami yang hanya berjualan keripik singkong dan dititipkan ke warung-warung dirasa tak mencukupi menutupi beban hidup yang kian berat.
Belum lagi mungkin faktor lingkungan, tetangga-tetangganya yang senang & bangga berpamer materi. saling memanasi..
Ingin seperti si Ibu A yang bisa masak ayam & ikan 3x sehari. ingin seperti si Ibu B yang ikut arisan barang. Si ibu C yang dbelikan baju baru saat sang suami baru gajian.. Sedangkan laba dari berjualan singkong? buat bayar kontrakan saja harus menunggak. Beli beras dan jajan anak-anak juga gak tau uangnya dari mana..
Rasanya tak berdaya..
Ahh,, ku kira iri mengiri itu hanya bisa d alami saat masa-masa sekolah.
Ternyata badainya lebih besar pada saat kita beranjak dewasa..
Sebagai seorang wanita, aku merasa, mungkin si ibu itu tidak ingin anak-anaknya kesulitan seperti yang dia alami. lalu kematian jadi jalan instan yang dia pilih.
Tertohok!
Kalau aku berada d posisi si ibu itu, bagaimana? putus asa juga kah?
ah.
Tuhan, lindungilah aku dari perbuatan keji dan kufur atas nikmat yang telah Kau beri..
Rasa iri pada teman yang lebih sukses, jadikanlah itu sebagai pemicu agar aku menjadi hamba yang selalu bersyukur, berdaya dan lebih dekat padaMu.. Amin.

